Sakha yang sempat termangu itu pun akhirnya memperlihatkan senyumannya. Bukan hanya karena Gianna yang berubah pikiran, tetapi karena tangan yang sedang bertengger di lengannya ini, yang baru Gianna sadari ketika ada yang lewat dan memperhatikan ke arah situ. "Eh, maaf, maaf, Pak!" cetus Gianna yang malah jadi salah tingkah sendiri. "Tidak apa-apa. Ayo kita mulai pekerjaan hari ini. Kita kerjakan dengan lebih cepat sedikit. Jadi nanti sore, kita bisa pulang sama-sama," ucap Sakha yang sebenarnya sudah tidak sabar, untuk pulang bersama dengan Gianna. "I-iya, Pak," jawab Gianna yang selanjutnya melangkah keluar dari dalam lift. Gianna berbelok ke kursinya. Sementara Sakha berjalan lurus dan masuk ke dalam ruangannya. Napas berhembus melalui mulut, ketika Gianna baru saja duduk di kursiny

