Esok harinya. Gianna tidak langsung bangun dari atas tempat tidur ketika kelopak matanya ini terbuka. Dia malah menatap anaknya ini dulu sebagai pemuas rasa rindunya yang kemarin. Berkat ayah dari anaknya sendiri, ia jadi terlambat pulang dan anaknya sudah menangis duluan di rumah, karena sudah sangat merindukan ibunya yang tak kunjung pulang. Sekarang, dia ingin memberikan sedikit waktu yang lebih lama untuk anaknya ini untuk mengganti harinya kemarin. Membelai rambutnya dulu maupun mendekap tubuh kecilnya ini juga. "Mama..." panggil gadis kecil yang bersuara imut ini yang membuat senyum Gianna merekah. Mau mirip dengan ayahnya, mau dia ini anak dari pria gila yang sudah memberikan masalah di hidupnya sekalipun, ia tetap menyayangi anaknya lebih dari apapun itu. Ia sangat sangat sayang

