Gianna akhirnya kembali ketika dua orang yang ada di ruangan sudah hampir menghabiskan makanan mereka. Dia duduk dan hanya meminum segelas air putih saja. Lapar, tapi ingat anak. Makanan ini enak-enak, tapi sayang sekali bila anaknya tidak ikut menikmati makanan ini juga. "Gianna, kamu tidak makan?" tegur Sakha. "Eum, masih kenyang, Pak," jawab Gianna sambil tersenyum kaku. "Kenyang? Ini sudah sore dan kamu hanya makan waktu jam makan siang tadi kan? Ayo, cepat makan dulu. Nanti kalau sampai sakit bagaimana?" ucap Sakha dan yang duduk di depannya terlihat sedang tersenyum masam. Sok-sokan perhatian. Mereka bukan anak kemarin sore, kenapa memperlihatkan adegan memuakkan macam begitu. "Ayo, ayo. Makan dulu. Cepat," ucap Sakha pelan. Gianna tersenyum tipis. Dua laki-laki, yang gaya bic

