Gianna berusaha meloloskan diri tapi pria tersebut sudah lebih dulu mengunci pintu mobil dan langsung tancap gas dari sana. Gianna diam. Ia tidak menjerit atau apapun itu. Dia termenung dan terpikirkan tentang anaknya yang sedang menunggu di rumah. Tapi sebelum itu, ia harus membereskan masalahnya yang satu ini dulu. "Turunkan aku," pinta Gianna dengan tatapan mata yang kosong serta datar. Pria yang berada di sebelahnya dan tengah memegang kemudi secara penuh itupun tersenyum menyeringai. Mana mungkin, ia mau melepaskan buruan yang sudah susah payah ia tangkap ini. Mana dulu sudah sempat ia gigit juga dan sekarang, setelah mendapatkannya ia tidak akan dengan mudah melepaskan begitu saja. "Aku bilang turun kan aku," pinta Gianna dengan intonasi suara yang lebih tinggi sedikit. Tapi tidak

