Sora bisa bernapas lega ketika akhirnya bisa pulang lagi ke rumahnya, tetapi ia tetap harus bersabar karena Ersya dan Papa semakin protektif sekali. Banyak hal yang serba tidak boleh, sampai Sora hanya dibolehkan tetap di kamar, berbaring di atas ranjang. “Aku lagi hamil, bukan seperti orang yang sedang sakit parah, Sya," protes Sora. “Tetap saja, aku nggak mau terjadi sesuatu seperti semalam. Aku hanya ingin menjagamu dan anak kita.” Sora menghela napas, “jika kamu bersikap kelewatan seperti ini, justru akan buatku tertekan dan stress!” Ersya terdiam, “aku nggak maksud buat kamu stress, Ra. Tapi ini demi kebaikan kalian." Sora akhirnya lelah berdebat. Pilih berbaring saja. “Mending kamu keluar aja, aku mau tidur siang!” usir Sora. Ersya malah mendekat, mengusap kepalanya, “baik

