Selena masuk menggenggam tangan Jaden, menatap pada pemakaman yang ada di depannya. Di depan sana sudah ada Gibran dan Raka yang berdiri di samping pemakaman. Kedua lelaki itu terus menatap pada peti mati Calvin. Selena tersenyum tipis. Menghapus air matanya. Selena mengingat pertemuan pertama kalinya dengan Calvin. Mungkin dia memang orang yang jahat. Tapi ada sisi baik di dalam diri Calvin. Yang patut dipuji oleh Selena dulunya. Selena yang sedang menangis di samping kafe. Lelah bekerja, dia tidak bisa mencari uang yang lebih, ketika orang tuanya meminta uang lebih padanya. Selena juga sudah tidak bisa tidur dengan nyenyak dan selalu harus memikirkan mencari uang yang banyak. “Ini, hapus air mata kamu.” Selena menatap pada sapu tangan yang diberikan padanya. Selena mendongak dan me

