Selena menatap pada rantang makanan yang ada di tangannya. Lalu menatap pada perusahaan Gibran. Dia akan membawa makanan ini untuk suaminya. Tadi Selena belanja dan memasak membuatkan makan siang untuk suaminya. Selena masuk ke dalam perusahaan Gibran. Resepsionis menunduk sopan pada Selena. Sudah mengenal siapa Selena, dan tidak berani untuk melakukan sesuatu yang akan membuat dia dipecat dari sini. “Hei! Itu siapa? Kenapa kau biarkan dia masuk ke dalam perusahaan dan itu kenapa dia bawa rantang sekarang? Hei~! Itu dia mau ke lantai Pak Gibran. Dia siapa? Cepat panggil satpam!” ucap karyawan yang baru bekerja dua hari yang lalu. Resepsionis menatap tajam, karyawan yang bertanya padanya tadi. Kenapa juga karyawan itu heboh sekali dengan kedatangan Selena. Satpam yang ada di depan tidak

