Bab 58. DEBU DI KOTA TUA Lyon, Prancis – Kawasan Industri Saint-Priest, Pukul 23.45 CEST Malam di Lyon terasa lebih lembap dari biasanya. Sisa hujan sore tadi meninggalkan genangan air yang memantulkan cahaya neon kuning yang redup di aspal yang retak-retak. Di sebuah gudang terbengkalai yang menghadap ke arah pelabuhan sungai, Julian Vaugrenard tidak lagi tampak seperti bangsawan yang memegang gelas brendi. Ia terduduk di sebuah kursi besi karatan, tangannya terikat dengan kabel baja yang dingin ke belakang sandaran. Wajahnya yang biasanya tertata rapi kini bengkak, darah mengalir dari sudut bibirnya yang pecah, menetes ke atas jubah sutranya yang sudah kotor oleh debu semen. Di depannya, Rafiel berdiri dengan tenang. Ia sedang mengenakan sarung tangan kulit hitam, menarik talinya aga

