Akhirnya Anaya tahu kelompok ini bukan sekadar penyergap kecil yang kebetulan melintas di jalur bantuan. Mereka sistematis. Terorganisir. Non-afiliasi, tapi jelas punya jaringan. Mereka memotong distribusi medis, menyimpan obat, menjualnya kembali di pasar gelap, atau menjadikannya alat tawar dalam konflik dua pihak yang saling berebut wilayah. Dan korban? Tetap rakyat sipil. Anaya duduk bersandar pada tiang besi di dalam tenda yang lebih kecil dari sebelumnya. Kali ini bukan hanya tangannya yang dibatasi. Kakinya dirantai pada lingkaran besi yang ditanam di tanah, borgol logam dingin mengikat pergelangan kakinya dengan suara beradu yang menyakitkan setiap kali ia bergerak. Ia kini resmi menjadi tahanan medis. Bukan sekadar sandera tapi aset yang dikontrol. Ia mengangkat wajahnya, menat

