“Ibu, ingat kata Bapak. Jangan ke mana-mana hari ini.” Suara Mbak Ani terdengar dari dapur ketika Anaya keluar dari kamar dengan tote bag di bahu dan rambut yang dibiarkan terikat asal ke belakang. Pagi menjelang siang itu apartemen terasa lebih hidup dari biasanya karena Anaya sudah memutuskan ingin memasak dan membuat beberapa hal sendiri. Di atas meja island bahkan sudah ada daftar kecil yang ia tulis sebelumnya dimulai tepung, butter, telur, vanilla, gula kastor, choco chips, beberapa camilan, dan beberapa barang kecil lain yang ia rasa perlu untuk mengisi pantry. Sejak perginya Gabriel, ia memang sudah mengelilingi dapur seperti orang yang sedang berusaha menata pikirannya lewat bahan makanan. Anaya berhenti di dekat pintu dapur, lalu memutar tubuhnya menghadap Mbak Ani yang sedang

