Anaya sebenarnya masih belum sepenuhnya mengerti apa yang baru saja terjadi. Pelukan Kamala beberapa menit yang lalu datang begitu tiba-tiba hingga membuatnya kehilangan kata-kata. Ia tahu ada sesuatu yang sedang berkecamuk dalam diri ibu mertuanya itu, tetapi memaksa bertanya sekarang rasanya tidak bijak. Beberapa orang membutuhkan waktu untuk menenangkan diri, dan Anaya bisa merasakannya dari cara Kamala sekarang duduk di sofa, memegang satu cookies hangat di tangannya sambil menarik napas perlahan. Karena itu Anaya memilih melakukan sesuatu yang paling sederhana yang ia tahu yaitu membuatkan teh. Ia berdiri di depan kompor di dapur penthouse, menuangkan air panas ke dalam teko kaca, lalu memasukkan daun teh yang ia simpan di toples kecil. Uap hangat langsung naik, membawa aroma lembu

