Taring Istri

2242 Kata

“Di Bandung dong, Marsha. Buka lagi itu Ocean Lily Café,” ucap Nenek Aminah santai, sambil menyandarkan punggungnya pada kursi rotan di halaman belakang yang teduh. Sore itu terasa sempurna. Udara Bandung yang dingin tapi lembut menyapu pelan halaman rumah tua bergaya Belanda itu. Rumput hijau terbentang rapi, dengan beberapa pot tanaman bunga yang sedang dirawat oleh pekerja kebun di sudut. Di kejauhan, Sanjaga berlari-lari kecil bersama dua sepupu laki-lakinya yang seusia, suara tawa mereka pecah ringan, tidak teratur, tapi justru menghidupkan suasana. Marsha duduk di samping Nenek Aminah, satu tangannya mengelus perutnya yang sudah membesar, sementara tangan lainnya memegang secangkir teh hangat. Ia menatap ke arah anaknya dengan senyum yang tenang, berbeda dari dirinya yang dulu yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN