Malam Gairah

2798 Kata

Siapa sangka Anaya akan menginjakkan kakinya di Mesir. Ia masih sempat berpikir pesawat yang mereka tumpangi hanya transit biasa, sampai roda pesawat benar-benar menyentuh landasan dan suara kapten terdengar melalui pengeras suara, “Selamat datang di Kairo.” Anaya menoleh pelan ke arah Gabriel yang duduk di sampingnya. Pria itu hanya merapikan sabuknya tanpa ekspresi berlebihan, seolah pendaratan di negeri para piramida itu hal yang biasa saja. “Mesir?” Anaya berbisik, matanya membulat. “Saya ada pekerjaan singkat di sini,” jawab Gabriel singkat. “Setelah itu kita lanjut.” “Kita?” ulang Anaya pelan, menahan senyum yang hampir muncul. “Iya, nanti kamu nunggu di penginapan.” Begitu keluar dari area bandara VIP, sebuah mobil hitam panjang sudah menunggu mereka. Sopir berseragam rapi memb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN