Marsha dan Sanjaga

1703 Kata

Tidak jauh berbeda dengan Anaya, Marsha pun tengah bersiap untuk pergi. Liburan itu memang tidak lama. Hanya empat hari, itu pun bukan benar-benar liburan yang sepenuhnya lepas dari kewajiban. Ia dan Kalandra akan ke Bandung, menghadiri pernikahan salah satu kerabat keluarga Galuhpati. Seharusnya yang datang adalah Ayah Bimo, tetapi kesehatan pria itu sedang kurang baik, sementara Ibu Rindiani tidak mungkin meninggalkannya. Maka, seperti biasa, tanggung jawab itu turun kepada anak dan menantu yang dianggap paling mampu hadir dengan wibawa keluarga tetap terjaga. Rumah Marsha siang itu dipenuhi cahaya. Hunian bergaya Belanda modern itu tampak bersih, lega, dan hangat dengan jendela-jendela tinggi membiarkan matahari masuk ke ruang keluarga yang menghadap halaman luas dengan rumput rapi dan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN