Cinta Pertama Kalandra

3205 Kata

Marsha juga tidak berani menanyakan tentang perempuan itu kepada Kalandra, sebab ia tahu betul bagaimana ritme kerja pria itu saat ini sangatlah padat, tegang, dan menuntut fokus penuh. Ia tak ingin menjadi gangguan, apalagi memecah konsentrasi ketika semua orang di sana bergantung pada kepemimpinan Kalandra. Padahal panggilan video sedang berlangsung, layar ponsel Marsha menampilkan cahaya siang yang berbeda yaitu biru kusam, hijau pudar, dan garis pantai yang tampak seperti menahan napas. Marsha berbaring di ranjang apartemennya, satu tangan menyangga ponsel, tangan lain memeluk bantal tipis. “Mas,” panggilnya pelan. Di layar, Kalandra tersenyum singkat. “Saya mau tunjukkan sesuatu lagi, Sayang.” Kamera bergeser. Laut terbentang, bukan biru cerah seperti kartu pos, melainkan biru keabu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN