Sisi Lain Gabriel

3081 Kata

Anaya bahkan masih sedikit kaget ketika Gabriel tidak langsung mengajaknya kembali ke mobil setelah dari makam, melainkan berjalan memutar ke sisi lain kompleks gereja tua itu. Di belakang bangunan utama, ternyata berdiri satu gedung lebih kecil dengan halaman luas yang remang-remang diterangi lampu taman. Dari dalam terdengar suara anak-anak tertawa. “Mas…?” bisik Anaya pelan. Gabriel melangkah tenang. “Ikut saja.” Pintu kayu besar terbuka, dan seorang biarawati berusia sekitar enam puluhan menyambut mereka dengan senyum hangat. Kerudung putihnya rapi, wajahnya penuh garis halus yang lembut. “Gabriel,” sapa beliau pelan. “Kamu datang lagi.” Gabriel menunduk sedikit hormat. “Selamat malam, Suster Maria.” Mata Suster Maria kemudian beralih pada Anaya. “Dan ini istrimu yang dibicarakan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN