Begitu mendengar kabar bahwa nenek Anaya meninggal, Gabriel tidak langsung bisa meninggalkan tempatnya berdiri. Bukan karena ia tidak ingin, melainkan karena jadwal hari itu sudah terkunci sejak berhari-hari sebelumnya, sebuah uji coba militer yang tidak bisa ditunda hanya karena perasaan pribadi. Bahkan jika ia adalah seorang suami yang sedang ingin berada di sisi istrinya. Ruang ganti di markas terasa dingin oleh pendingin udara yang terlalu kuat. Di dinding tergantung seragam operasi laut yang sudah disiapkan staf logistik sejak pagi. Gabriel berdiri di depan loker logamnya, mengenakan pakaian kerja khusus untuk uji coba kapal selam coverall operasi berwarna biru tua, bahan tahan api dan air, dengan lambang TNI AL di d**a kiri dan name tag “GABRIEL” dijahit rapi di sisi kanan. Di bawah

