Tidak akan ada yang bisa memahami seperti apa perasaan Shera sekarang, ketika memasuki ballroom hotel dimana akad nikah akan segera dilaksanakan. Menatap foto prewedding yang dipasang di depan pintu masuk dan beberapa sudut ruang, rasanya seperti ada yang menyayat hatinya. Ini pernikahan keduanya dengan pria berbeda, namun berwajah mirip. Dia merasa seperti mengulang pernikahannya dulu dengan Darin. Foto dengan gaun dan background beda, tapi tetap dengan dua wajah pengantin yang sama. Bagaimana Shera tidak sedih coba. Menatap Liam yang sudah menunggunya di meja bersama penghulu, semakin mengingatkan dia pada sosok Darin. Bukan dia jahat menyamakan Liam dengan mendiang suaminya, tapi saat berada di momen pernikahan dan disuguhi wajah mereka yang begitu mirip seketika seperti membuka memori

