Dia Harus Tahu Kebenarannya.

1041 Kata

Kamelia menyandarkan punggung ke sofa, wajahnya tertutup tangan. “Dia bahkan gak tahu siapa yang ngasih nama ‘Ferdy’. Sarah … wanita itu … mencuri segalanya dari kita.” Nada bencinya mencuat, tapi lebih banyak mengandung luka daripada amarah. Sarah, wanita yang dulu pernah mereka percaya, menghilang bersama bayi mereka tanpa jejak, dan hidup dengan nama yang bukan miliknya. Aksa menghela napas dalam. Suara napasnya seperti seruan penyesalan yang tak bisa dihapus. “Aku yang salah. Aku gak dengar kamu waktu itu. Aku terlalu cepat menyerah. Terlalu cepat percaya anak kita udah gak ada .…” Kamelia menoleh, air matanya terus mengalir. “Kita berdua salah. Tapi dia harus tahu sekarang. Dia harus tahu siapa dirinya. Bahwa dia dicintai. Bahwa dia punya tempat.” Aksa menatap istrinya lama. Matan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN