Kembali Ke Rumah.

1157 Kata

Dokter menyatakan Ferdy boleh pulang. Luka-luka akibat kecelakaan mobil beberapa minggu lalu sudah membaik. Lecet di lengan dan pelipisnya mengering, memar di d**a tak lagi nyeri, hanya tersisa sedikit pegal ketika ia bergerak terlalu cepat. Tidak ada lagi alat medis yang menempel di tubuhnya, hanya perban tipis di siku dan lutut. Satu per satu perawat datang melepas selang infus, menyodorkan berkas administrasi, lalu memberi ucapan standar: “Semoga lekas pulih, Pak.” Ferdy membalas dengan senyum kecil, meski dalam hati ia tahu: bagi mereka, ia hanyalah pasien yang hampir habis masa inapnya. Namun ketika Kamelia datang menjemputnya, wajah wanita itu berseri penuh harap. Ada getaran dalam suaranya saat berkata, “Fer, ayo pulang. Kamu ikut Mama ke rumah Abimana, ya? Itu rumahmu juga.” Rum

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN