Kamelia dan Aksa kembali ke rumah besar keluarga Abimana menjelang sore. Langkah mereka masih terasa berat, sisa kelelahan perjalanan dan emosi yang bercampur aduk. Begitu sampai, Kamelia langsung mengambil ponselnya. Ada satu hal yang tak bisa ditunda: memberi kabar pada Jafran. Suara dering terdengar lama sebelum akhirnya tersambung. “Haló, Ma?” suara Jafran terdengar waspada di seberang. Kamelia menelan ludah, suaranya bergetar. “Jafran … kakakmu sudah ditemukan.” Hening sejenak, lalu terdengar helaan napas lega yang panjang. “Apa? Mama serius? Ferdy … dia masih hidup?” “Ya,” jawab Kamelia pelan, menoleh ke arah Aksa yang memberi anggukan tenang. “Kami menemukannya. Kondisinya lemah, tapi dia sudah dibawa ke rumah sakit. Sekarang dia mendapat perawatan.” Suara Jafran terdengar pec

