Masa Kecil.

1110 Kata

Malam di panti adalah waktu paling sunyi. Setelah doa bersama, lampu dimatikan. Anak-anak lain biasanya langsung tertidur karena kelelahan. Ferdy sering terjaga. Ia menarik kertas gambar dari bawah bantal, menatap rumah ciptaannya. Lalu ia berbisik pelan, seolah ada yang mendengar: “Ibu, kalau bener kamu ada … datanglah walau sekali aja. Aku nggak butuh apa-apa. Cuma pengin tahu kamu ada.” Tak pernah ada jawaban. Yang ada hanya suara jangkrik di luar jendela dan dengkuran samar anak-anak lain. Ferdy memeluk gambar itu erat-erat, hingga kertasnya makin lecek. Lalu ia terlelap dengan hati yang kosong. Tahun-tahun berlalu. Ferdy makin besar, tapi kebiasaannya tidak berubah: selalu menyendiri, selalu menjaga jarak, selalu menggambar rumah dan wajah yang sama. Ia mulai menyadari satu hal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN