Ia mengangkat tubuh Zola, mendudukkannya di meja dekat jendela. Jemari Zola mencengkeram rambut Ferdy, bibirnya kembali mencari ciuman. Desahan keluar, makin dalam, makin berani. Lidah Ferdy turun ke lehernya, menjilat pelan, lalu mengisap kulit tipis di sana. Zola menjerit kecil, punggungnya melengkung. “Aahh … F-Ferdy ….” Suara itu membuat darah Ferdy berdesir. Tangannya tak berhenti menjelajahi tubuh telanjang Zola, dari pinggang hingga p******a yang penuh. Ia meremasnya, mengecup putingnya yang sudah keras, membuat Zola melengkung tak terkendali. “Jangan … aahhh ….” Zola menggeliat, tapi tangannya justru menekan kepala Ferdy lebih dekat. Ferdy mendongak, menatapnya dengan mata hitam penuh api. “Aku nggak akan berhenti sekarang.” Ia melepaskan celana jeansnya dengan cepat, tubuhny

