Jayden terdiam. Ia mengingat semua interaksi singkat, semua tatapan Ferdy yang dulu pernah menyapanya dengan tenang namun penuh misteri. Kini semuanya terasa masuk akal. Ada sesuatu dalam mata Ferdy yang membuatnya mengingat kenangan lama—tatapan itu bukan hanya mata seorang pekerja rumah tangga; itu mata seorang anak yang kehilangan dunia lamanya. Zakiyah menatap antara bingung dan terenyuh. Ia bisa merasakan ketegangan yang sama, campur aduk antara simpati dan rasa bersalah. Ia tahu Ferdy kembali bukan hanya sebagai anggota keluarga yang hilang, tapi juga membawa luka-luka yang mungkin tak bisa dilihat dari luar. Ferdy kemudian melangkah masuk, menyesuaikan diri dengan ruang tamu yang luas tapi terasa hampa. Tangan-tangannya digenggam di depan tubuh, menahan diri dari gestur yang biasa

