Jafran dan Cermin.

1097 Kata

Cermin besar di kamar Jafran memantulkan sosok seorang pria dewasa. Rapi, tampan, sukses secara materi. Jas mahal menggantung sempurna di bahu, rambut hitam tersisir rapi, dan mata yang seharusnya memancarkan kewibawaan justru kosong. d**a sesak, seperti ada dentuman hampa yang tak kunjung reda, meski ia sudah berusaha menutupi rasa itu di depan semua orang. Malam itu sunyi. Tak ada Gina yang berlarian menuntut perhatian atau mengirim pesan yang memaksa adrenalin bekerja. Tak ada kantor yang menunggu tanda tangan atau laporan. Tak ada ambisi atau konflik bisnis yang bisa membuatnya merasa ‘berarti’. Hanya ada dirinya sendiri, bayangan yang selama ini ia hindari: dirinya sendiri, menatap dari balik kaca besar yang dingin. Jafran melangkah pelan mendekat ke cermin, matanya menelusuri wajah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN