Akhirnya Jujur.

1051 Kata

Sore merambat menuju malam, dan langit kota berubah semakin muram. Gerimis turun dengan sabar, menetes satu-satu di atas atap seng posko proyek renovasi komunitas. Udara lembap bercampur aroma tanah dan semen basah, menebarkan bau khas lokasi kerja yang sepi. Ferdy memarkir motor tuanya di bawah pohon besar di tepi lahan. Helm ia gantung di stang, lalu melepaskan jaket yang setengah basah oleh hujan. Ia menaruhnya begitu saja di atas kursi plastik hijau yang catnya sudah mengelupas. Suara rintik hujan di atap seng menemani keheningan lahan yang sudah ditinggalkan para pekerja. Hari ini pekerjaan dihentikan lebih awal karena cuaca. Jayden sempat mengabari lewat pesan singkat: “Besok kita briefing jam 9 pagi. Ada investor yang mau lihat progres.” Ferdy hanya membalas singkat: “Oke.” Ia me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN