Langit malam di kawasan perumahan elit itu tampak redup, seakan enggan ikut bersinar di atas rumah megah keluarga Abimana. Lampu-lampu taman di halaman menyala temaram, menciptakan siluet anggun pada bangunan berarsitektur modern klasik dengan dinding krem dan jendela besar berhias tirai putih. Dari luar, rumah itu terlihat tenang dan sempurna. Tapi di dalamnya, ada riak-riak halus yang tak bisa ditutup rapat. Salah satu kamar utama di lantai dua—kamar yang sejak awal disiapkan Kamelia untuk Ferdy—masih tetap kosong. Seprai linen putihnya terlipat rapi tanpa kerut. Lemari built-in dari kayu jati dipenuhi kemeja baru dan pakaian branded pilihan Kamelia, bahkan parfum mahal masih tersegel di raknya. Jendela kaca besar terbuka sedikit, tirainya melambai pelan ditiup angin malam. Kamar itu be

