Siang itu, matahari menggantung tepat di atas kepala. Udara panas membuat debu proyek melayang-layang, menempel di wajah para pekerja. Suara mesin molen bercampur dengan teriakan koordinasi mandor, menciptakan harmoni khas lokasi pembangunan. Ferdy sedang jongkok di sisi barat, memeriksa sambungan kabel saluran listrik. Tangan kirinya berlumur debu semen, sementara buku catatan kecil tergeletak di samping kakinya. Ia fokus, matanya menyipit, keringat mengalir membasahi pelipis. Lalu, langkah kaki berdecit di atas kerikil terdengar jelas. Tidak terlalu cepat, tapi mantap, seakan setiap langkah menahan sesuatu yang berat. Ferdy menoleh. Jantungnya berhenti sepersekian detik. Gina. Wanita itu berdiri di bawah teriknya matahari, hanya beberapa meter darinya. Kemeja putih yang ia kenakan

