Mobil keluarga Ary memasuki halaman rumah sekitar pukul sembilan pagi. Matahari sudah naik, memberikan kehangatan pada rumah besar itu. Papa Ary dan mama Nenny yang duduk di deret tengah, turun lebih dulu, disusul Bian dan Nadira yang duduk di belakang, sementara Bian menarik koper kerjanya sendiri. Begitu pintu rumah dibuka, aroma familiar menyambut Nadira, aroma rumah yang ia rindukan selama satu tahun belakangan ini. "Akhirnya kamu pulang juga Nad," ucap Mama Nenny sambil menepuk bahu Nadira. Bian berdiri di samping, tetap sopan, tetap menjaga jarak yang pantas sebagai tamu, meski di hatinya ia merasa jauh lebih dari sekadar itu. "Silakan masuk, Bi," kata Papa Ary. "Terima kasih, Om," jawab Bian sambil menunduk. Mereka masuk ke ruang keluarga. Nadira duduk di sofa, disusul Bian ya

