Hari ini adalah hari yang sudah mereka tunggu sejak minggu-minggu terakhir Nadira di Edinburgh, hari kepulangan ke Jakarta. Hari di mana jarak panjang antar benua akhirnya selesai. Hari di mana kata 'pulang' tidak hanya berarti kembali ke rumah masing-masing, tetapi pulang sebagai pasangan. Amsterdam pagi ini lebih dingin dari malam sebelumnya. Udara lembap merambat perlahan menyentuh kulit, membuat siapa pun ingin tetap bersembunyi di bawah selimut. Namun tidak bagi Nadira. Ia bangun lebih cepat dari alarm, matanya terbuka perlahan, lalu mendarat pada pemandangan paling menenangkan baginya sejak beberapa bulan terakhir. Bian. Duduk di kursi dekat jendela dengan kaus putih sederhana, rambut sedikit berantakan, dan tubuh yang masih terlihat hangat oleh lampu kamar. "Kamu bangun pagi ban

