Kamu Itu Selingkuh, Bi!

2986 Kata

Pesawat mendarat mulus di Melbourne Tullamarine Airport sekitar pukul lima sore waktu setempat. Bian, yang sejak dua jam lalu memandangi layar navigasi pesawat dari kursi kerjanya, akhirnya berdiri dengan napas panjang. Tubuhnya lelah, tapi pikirannya tetap berputar ke satu arah: Nadira … dan pertemuannya dengan Papa Ary serta Mama Nenny kemarin. Begitu pintu kabin dibuka dan para penumpang sudah turun semua, Bian rekasn kerjanya yang lain ikut berjalan keluar. Udara sore Melbourne langsung menyentuh wajahnya, dingin, khas musim gugur, mengingatkan Bian pada Edinburgh meski baunya berbeda. Melbourne lebih kering, lebih sunyi, dan lebih tertata. Di terminal kedatangan, ia menyeret koper kecilnya, lalu menuju bus crew melalui pintu keluar. Ia mengirim pesan ke Nadira. "Sayang, aku udah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN