Mobil Bian melaju pelan memasuki area Kebayoran ketika jam sudah menunjukkan lewat sedikit dari pukul sembilan malam. Hujan gerimis turun tipis, membuat lampu-lampu jalan memantul di aspal yang basah. Nadira duduk di kursi penumpang, bersandar dengan posisi sedikit miring, jaket tipis Bian melingkar di pundaknya. "Yakin nggak mau turun?" tanya Bian sambil meliriknya. Mobil sudah berhenti di depan restoran Thailand langganannya. Nadira menggeleng pelan. "Aku males ketemu orang. Badan aku rasanya … capek aja." "Bungkus?" Ia kembali menggeleng. "Nanti baunya kemana-mana. Aku lagi sensitif." Bian tersenyum kecil. Ia bersiap untuk turun tanpa mematikan mesin mobil. "Ya udah, kamu tunggu. Aku pesenin sebentar supaya diantar ke sini, yakin tomyam doang?" "Iya pakai nasi ya, sedikit aja."

