Hi Papa Bi!

2217 Kata

Sudah dua minggu Nadira kembali dari London, tapi tubuhnya seolah belum sepenuhnya kembali ke ritme semula. Pagi ini, cahaya matahari masuk samar melalui celah tirai kamar di lantai atas rumah orang tuanya di Warung Buncit. Jam di ponselnya menunjukkan pukul tujuh lewat sedikit, tapi Nadira tidak bisa langsung bangun. Sejak membuka mata, ada rasa aneh yang menggelayut di tubuhnya, padahal saat subuh dua jam yang lalu dia merasa baik-baik saja. Dia tidak demam. Bukan juga nyeri yang jelas. Kepalanya terasa ringan tapi berdenyut, seperti habis kurang tidur berhari-hari. Perutnya pun tidak nyaman. Ada rasa mual yang samar, belum kuat, tapi cukup untuk membuatnya enggan bergerak. "Kenapa rasanya begini," gumamnya pelan. Bian sedang terbang dari kemarin sore dan baru kembali besok malam. Nad

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN