Pagi itu apartemen kecil Nadira terasa … kosong. Bukan karena barang-barangnya hilang, tetapi karena Nadira mulai melepas rasa yang selama ini menempati sudut-sudut ruangan itu. Ia membuka box coklat. Kemeja, sweater, apron kerja, sepatu yang sudah aus semuanya ia lihat dengan saksama karena akan diletakkan ditempat khusus yang mungkin akan diambil orang atau didaur ulang. Barang yang ia bawa dari Indonesia dulu tidak banyak, dan barang yang ia beli selama berada di Edinburgh pun tidak banyak. Nadira memang tipe yang hidup ringan, apa yang muat di koper, itulah hidupnya. Ia menghela napas sambil memegang gagang koper besar. "Hmm… ini kayak pertama kali berangkat, tapi versi upgrade," gumamnya sambil tersenyum kecil. Koper besar, koper kecil, dan satu tote bag. Itu saja. Tidak ada

