Malam ini terasa lebih panjang dari biasanya. Setelah Bian berangkat dan rumah Cipete kembali tenang, Nadira makan malam sama mama mertuanya dan dua adik iparnya saja. Mereka ngobrol soal rumah baru, soal rencana besok pagi dan hal-hal ringan lainnya. Setelah selesai makan, Nadira masuk ke kamar Bian yang malam ini ia tempati sendirian. Ia mandi lebih lama, seolah air hangat bisa menggantikan kehangatan lengan Bian. Selesai memakai piyama, ia naik ke tempat tidur dengan membawa satu bantal ekstra, dipeluk erat ke d**a. Lampu kamar sudah diredupkan ketika ponselnya bergetar. Nama di layar membuat Nadira mengernyit. "Reza?" Ia mengangkat telpon dengan perasaan campur aduk. "Halo, Rez?" Suara di seberang terdengar sedikit berat, tidak seceria biasanya. "Hai." Nadira langsung duduk. "K

