Bian menyandarkan tubuhnya ke kursi food court di lantai dua St James Quarter, pusat perbelanjaan megah di jantung Edinburgh. Dari tempat duduknya, ia bisa melihat interior modern dengan pilar tinggi, lampu - lampu elegan, dan pengunjung yang lalu - lalang ada warga lokal dan banyak juga dari berbagai negara sebagai turis seperti dirinya. Tempat ini penuh kehidupan. Ia melirik jam. Nadira bilang sepuluh menit. Tapi sepuluh menit ala Nadira kadang bisa jadi lima menit, bisa juga jadi dua puluh. Tergantung mood, cuaca, dan antrian orang - orang yang lagi mau beli s**u. Perutnya kembali berbunyi. "Aduh ... sabar ya," katanya sambil menepuk pelan perutnya sendiri. Lalu dari kejauhan, seseorang muncul di ujung eskalator. Nadira. Ia berjalan cepat, masih dengan baju yang ia pakai tadi pa

