208 - Author Pov (2)

1589 Kata

Kalandra baru saja membuka laptopnya di meja makan saat Alea tiba-tiba menarik ujung lengan kemejanya. "Mas," rengek Alea pelan. "Aku mau mangga." "Mangga?" "Iya, pengen banget." "Hanya mangga, oke, nggak masalah, Sayang." "Beneran, Mas?" "Biar Mas suruh supir beli di swalayan sekarang," jawab Kalandra seraya mengambil ponselnya. Alea menggeleng dengan cepat. "Nggak mau mangga swalayan. Aku maunya mangga muda dari pohon tetangga depan rumah kita." Kalandra menghentikan gerakan jarinya di atas layar ponsel. Dia menatap istrinya dengan kening berkerut. "Pohon tetangga depan rumah?" ulang Kalandra memastikan. "Iya," Alea mengangguk mantap. "Dan Mas Kalandra yang harus panjat pohonnya sendiri buat petik mangga itu. Nggak boleh nyuruh satpam atau supir." Mata Kalandra melotot l

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN