Dokter Kenzo meletakkan stetoskopnya dengan gerakan yang sangat tenang. Ia memeriksa monitor di samping ranjang Alea sejenak, lalu mencatat sesuatu di tablet medisnya. Tatapannya fokus, memastikan tidak ada satu pun parameter kesehatan yang terlewat. "Bagaimana, Ken?" tanya Kalandra dengan nada tidak sabar. Kenzo menoleh. Ia tersenyum tipis melihat wajah cemas sahabatnya. "Tenang, Alan. Kondisi Alea sudah cukup stabil. Tekanan darahnya normal, denyut jantung janin juga sangat kuat." Alea menghela napas lega. "Aku sudah boleh pulang, Dok?" "Boleh. Tapi dengan syarat," jawab Kenzo. Ia menatap Kalandra dengan serius. "Kalandra, ini masa krusial. Bawa Alea bulan depan untuk kunjungan rutin ke Dokter Clara. Jangan sampai lewat sehari pun." "Pasti. Aku sendiri yang akan mencatat jadwa

