Prabu berusaha mengatur napasnya, mencoba memaksakan ketenangan yang biasa ia gunakan saat memanipulasi lawan bisnisnya. Ia merapikan jasnya, memberikan isyarat pada Violin untuk tetap diam, lalu melangkah menuju pintu. Saat pintu terbuka, empat orang polisi berpakaian sipil langsung berdiri tegak menghalangi celah pintu. "Ada apa ini? Kenapa kepolisian datang ke unit pribadi saya malam-malam begini?" tanya Prabu dengan suara berat, mencoba mengintimidasi. Petugas kepolisian di depan tidak bergeming. "Prabu Atmaja, kami memiliki surat perintah penangkapan untuk Anda atas dugaan penyalahgunaan wewenang dan penggelapan dana yayasan. Kami juga membawa surat perintah penahanan untuk saudari Violin dan Alisa terkait laporan pemalsuan dokumen otentik dan penipuan." "Apa??" Prabu mendengk

