220 - Kehamilan Alea (2)

1267 Kata

Pagi ini aku terbangun karena rasa mual yang tiba-tiba menyerang. Aku langsung berlari ke kamar mandi, mengabaikan rasa kantuk yang masih menggelayut. Tubuhku lemas, perutku rasanya seperti diaduk-aduk. "Alea?" Suara langkah kaki mendekat dengan cepat. Belum sempat aku membalas, tangan hangat Kalandra sudah memijat tengkukku dengan lembut. Dia tidak tampak jijik sama sekali, padahal ini masih sangat pagi dan dia bahkan belum mencuci mukanya. "Keluarkan saja semuanya kalau masih mual," bisiknya menenangkan. Setelah merasa sedikit lebih baik, Kalandra membantuku berdiri dan membimbingku kembali ke tempat tidur. Dia tidak langsung pergi mandi. Sebaliknya, dia keluar kamar sebentar dan kembali membawa segelas air hangat dan beberapa keping biskuit gandum. "Minum dulu pelan-pelan,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN