221 - Kehamilan Alea (3)

1299 Kata

Miss Mahira tersentak. Dia melepaskan pelukannya dengan gerakan canggung, seolah baru saja tersadar bahwa tindakannya terlalu berlebihan bagi seseorang yang baru saja dikenal. Tangannya yang gemetar buru-buru menyeka air mata yang membasahi pipinya. Dia menarik napas panjang, mencoba menata kembali ekspresi wajahnya yang sempat hancur. "Maaf, Alea. Maafkan saya," suaranya masih agak serak. "Saya hanya ... hanya sedikit emosional. Nama Ratna Galih mengingatkan saya pada masa lalu yang sangat jauh." Dia menyadari arah pandanganku yang tertuju pada saku jaketnya. Dengan gerakan cepat yang terlihat panik, dia mendorong foto tua itu masuk lebih dalam ke dalam saku, menyembunyikannya dari pandanganku. "Foto itu ... itu hanya foto lama," ucapnya terbata, matanya menghindari tatapanku.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN