219 - Kehamilan Alea (1)

1511 Kata

Aku mengelus perutku yang mulai terasa kencang. Rasanya masih seperti mimpi. Baru beberapa minggu lalu aku menangis di pelukan Kalandra di rumah sakit, meratapi kenyataan bahwa aku bukan siapa-siapa. Tapi hari ini, aku berdiri di depan cermin besar kamarku, mengenakan kaos longgar dan celana legging khusus ibu hamil. "Sudah siap?" Suara berat itu membuatku menoleh. Kalandra berdiri di ambang pintu, sudah rapi dengan kemeja kasual yang lengannya digulung sampai siku. Dia terlihat jauh lebih santai dari biasanya, meski aura tegasnya tidak pernah benar-benar hilang. "Sudah. Tapi aku agak gugup. Ini kelas kehamilan pertamaku," kataku sambil merapikan rambut. Kalandra mendekat, lalu mengecup keningku lama. "Tidak perlu gugup. Aku akan menemani di sampingmu terus." Kami turun ke lanta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN