124 - Nafsu Gila Pria Tua Bangka

1153 Kata

Aku keluar dari toilet setelah memastikan tidak ada lagi sisa aroma cerutu yang menempel di indra penciumanku. Benar saja, Milen sudah menungguku di depan wastafel sambil bersedekap, matanya memicing penuh selidik. "Lama banget sih, Lea? Terus kok muka kamu pucat gitu? Pak Prabu ngapain kamu di dalam?" tanya Milen ketus, ada nada cemburu yang berusaha ia sembunyikan. Aku menarik napas panjang, memasang wajah selemas mungkin. "Aduh, Milen ... aku beneran nggak kuat. Tadi di dalam aku hampir pingsan karena gugup. Kayaknya aku nggak bisa deh kalau harus sering-sering ketemu Pak Prabu." Milen menaikkan satu alisnya. "Maksud kamu?" "Aku ini terlalu polos, Milen. Tadi saja pas Pak Prabu baru bicara sedikit, asam lambungku langsung naik. Aku malah bikin dia mual karena aku hampir muntah di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN