206 - Kalandra Pov (3)

2237 Kata

Aku duduk dengan punggung tegak di kursi kayu yang keras. Mataku tertuju pada Prabu yang masih diringkus paksa oleh petugas keamanan di lantai. Napasnya memburu. Dia terlihat seperti binatang yang terdesak. Suasana ruang sidang sangat kacau. Hakim Ketua memukul palu berkali-kali sampai suaranya menggema di seluruh ruangan. "Terdakwa!" seru Hakim Ketua dengan nada rendah yang mengancam. "Kembali ke tempat Anda atau sidang ini saya lanjutkan tanpa kehadiran Anda!" Polisi menyeret Prabu kembali ke kursinya. Bajunya kusut. Rambutnya yang biasanya klimis kini berantakan. Dia menatapku dengan mata yang memerah. Aku membalasnya dengan senyum tipis. Elang berdiri di sampingku. Dia tidak bergerak sama sekali. Tangannya bergerak ke dalam saku jas. Dia mengeluarkan selembar tisu antis

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN