Aku memarkir mobilku asal-asalan. Amarahku pada Prabu tadi masih terasa di ubun-ubun. Saat aku berjalan menuju pintu apartemen, aku melihat sekilas sosok wanita rapi baru saja keluar lewat pintu servis. Itu Ibu. Aku yakin itu Ibu Marine. Aku langsung mengecek ponselku. Benar dugaanku. Ada jejak penyadapan di sistem komunikasiku. Ibu sudah masuk ke jalurnya dan mengirim pesan ke Alea menggunakan namaku. Dia sengaja menakut-nakuti Alea agar cepat pulang dan tidak ketahuan oleh Prabu. Aku cuma bisa menghela napas panjang. Ibu benar-benar keterlaluan, dia pikir dia bisa mengatur semuanya tanpa bicara padaku. Aku menekan kode pintu. Ceklek. Aku masuk dan langsung menuju kamar. Di sana, aku melihat Alea baru saja selesai mandi, masih pakai jubah mandi. Wajahnya pucat sekali. Dia kelihata

