Aku menggeliat pelan di balik selimut tebal. Sisi kasur di sebelahku sudah dingin. Kalandra pasti sudah berangkat ke kantor pagi-pagi sekali seperti yang dia bilang semalam. Ada secarik kertas sticky note berwarna kuning menempel di layar ponselku di nakas. Mas Kalandra : Aku berangkat. Jangan lupa sarapan dan minum obat. Kabari Sean suruh kirim CV sebelum jam 9. Love you. Tulisan tangannya tegas dan rapi. Khas Kalandra sekali. Aku tersenyum membaca pesan singkat itu. Semangatku langsung terpompa naik. Hari ini aku punya misi penting. Aku segera menyambar ponsel dan menelepon Sean. Nada sambung baru berbunyi dua kali saat suara serak Sean terdengar di ujung sana. "Halo Al? Tumben nelpon pagi buta. Gue baru aja merem habis begadang ngerjain tugas Bu Ratna." "Bangun Sean! Cuci muka

