Jam dinding menunjukkan pukul sepuluh pagi. Apartemen terasa lengang. Kalandra sudah berangkat sejak subuh karena ada meeting darurat dengan investor asing. Ponselnya susah dihubungi sejak tadi, hanya centang satu. Aku duduk di meja makan sambil mengaduk sereal yang sudah lembek. Bosan. Kata itu rasanya sudah menempel di jidatku. Kuliah daring hari ini kosong karena dosen sakit. Tugas-tugas sudah kuselelasikan semua. "Bu, mau ke mana?" tanyaku saat melihat Ibu keluar dari kamar dengan setelan blazer merah marun yang sangat stunning. Ibu Marine berhenti membenahi anting berliannya. "Mau ke butik sayang. Hari ini ada fitting baju buat istri menteri. Sekalian Ibu mau liat kerjaan Vera. Katanya dia sudah selesai menata ulang display depan." Mataku langsung berbinar. Kesempatan emas.

