Suara pecahan kaca dari arah jendela samping terdengar nyaring bersamaan dengan matinya seluruh lampu di rumah kami. Kegelapan total menyergap. Kalandra langsung menarik tanganku, mendorong tubuhku merunduk ke balik sofa besar di ruang tengah. "Tetap di sini. Jangan bersuara," perintah Kalandra cepat di telingaku. Dia melepaskan genggamannya. Suara derap langkah kaki yang berat terdengar merangsek masuk ke dalam rumah. Kalandra bergerak maju menyongsong mereka. Di dalam kegelapan, aku mendengar suara benturan keras, pukulan, dan erangan kesakitan. Kalandra sedang melawan orang-orang yang menerobos masuk. Dia terlatih dan tahu seluk-beluk rumah ini, tapi dari suara langkah kaki yang mengepung, jumlah mereka terlalu banyak. Sebuah tangan besar tiba-tiba mencengkeram lenganku dari ar

