Pelukan Ibu Marine perlahan mengendur. Kalandra menarik napas panjang, menetralkan detak jantungnya yang tadi sempat berpacu cepat. Ia menatap ibunya dan Elang bergantian. "Sekali lagi, terima kasih," ucap Kalandra sungguh-sungguh. "Sudah, kembalilah ke dalam. Istrimu butuh kamu," Ibu Marine menepuk lengan putranya pelan, lalu berbalik pergi bersama Elang dan para pengawalnya. Kalandra membuka pintu kamar rawat perlahan. Suasana di dalam sangat tenang. Ia berjalan mendekati ranjang dan duduk di kursi. Tepat saat itu, kelopak mata Alea bergerak pelan. Wanita itu membuka mata, mengerjap menyesuaikan cahaya lampu ruangan. "Mas?" panggil Alea dengan suara serak khas orang bangun tidur. "Mas di sini, Sayang," Kalandra langsung menggenggam tangan istrinya. "Tidurmu nyenyak?" Alea men

