215 - Author Pov - Critical (2)

1993 Kata

Setelah memastikan lobi utama rumah sakit bersih dari kerumunan jurnalis berkat barikade pengawalnya, Ibu Marine memutar langkah menuju ruang rapat khusus yang telah dipesan oleh pihak manajemen rumah sakit untuk keluarga Atmaja. Langkah sepatunya terdengar tegas beradu dengan lantai marmer. Begitu pintu ruangan berdaun ganda itu dibuka, tampak Elang sudah duduk di ujung meja bundar. Pengacara kepercayaan keluarga Atmaja itu dikelilingi oleh dua asistennya, tiga layar laptop yang menyala, dan tumpukan dokumen. "Wartawan lintah di bawah sudah saya bungkam sementara waktu," ucap Ibu Marine tanpa basa-basi seraya duduk di kursi seberang Elang. Kacamata hitamnya ia letakkan dengan kasar ke atas meja. "Sekarang giliranmu, Elang. Beri saya kabar baik. Saya tidak mau menantu saya bangun

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN